Showing posts with label Others. Show all posts
Showing posts with label Others. Show all posts
16 August 2017

Gintama


Mulai mengikuti anime ini sejak tahun lalu, yang kemudian saya beri gelar sebagai anime terfavorit. Gelar itu masih bertahan sampai sekarang. Anime ini datang di saat yang tepat, saat saya sudah bosan mengikuti One Piece. Anime itu semacam hiburan bagi para generasi 90an yang sekarang sudah bekerja. Berdasarkan pengamatan terhadap teman-temanku, semakin dewasa seseorang semakin sedikit hal yang bisa menghibur mereka. Sepanjang hari bekerja ditambah lembur, tidak banyak waktu untuk jalan-jalan atau berkumpul dengan yang lain. Kalaupun ada, biasanya sulit menyatukan waktu satu sama lain. Semua sibuk bekerja. Pulang ke rumah sudah lelah. Jadi nonton adalah satu dari sedikit hiburan di rumah. Yang jelas bukan TV, apa pun asal bukan TV. Mereka biasanya memilih drama Korea, film dan anime. Ngomong-ngomong, kenapa pula saya membahas ini ? Bukannya yang mau dibahas itu Gintama ?

Nah, Gintama dapat dari salah satu teman yang boleh disebut sebagai bandar anime. Mulai dari season satu sampai yang terbaru semua dia punya. Setiap kali pulang, pertanyaan pertama yang selalu saya tanyakan, “Ada Gintama ?”. Waktu kubilang saya mulai malas nonton One Piece, dia pun menjelaskan panjang lebar kalau kemungkinan lima tahun lagi bakal tamat. Katanya, sekarang ceritanya tambah seru. Dan ini itu lainnya. Tapi sejak nonton Gintama, pandangan saya tentang anime sedikit berubah. Dan itu yang mau dijelaskan dalam tulisan ini.

Gintama menggabungkan latar Edo di zaman samurai dengan dunia masa depan. Bayangkan saja para samurai sedang berjalan dengan pedang di pinggangnya dan handphone di tangannya. Di masa depan, perjalanan bukan lagi antar negara, tapi antar galaksi. Ras pun terbagi-bagi, ada manusia bumi, ada ras Yato dan ada Amanto. Amanto boleh dibilang semacam alien yang menginvasi bumi. Mereka datang membawa teknologi canggih dan memajukan peradaban. Amanto ini mungkin perumpaan untuk orang-orang Barat. Ketika pengaruh mereka mulai masuk ke Jepang selama periode perang dunia puluhan tahun silam.

Kebanyakan episode Gintama hanya bercerita seputar kehidupan sehari-hari yang dihiasi parodi dan hal-hal nonsense lainnya. Bahkan di saat adegan serius pun ada-ada saja yang korslet. Entah apa tujuan anime ini. Kalau tujuan Luffy jelas, jadi raja bajak laut dan menemukan One Piece. Naruto ingin jadi Hokage dan diakui semua orang. Kalau Gintoki ? Kulihat dia hanya ingin hidup tenang, baca Jump setiap minggunya, makan yang manis-manis dan pura-pura lupa bayar uang sewa. Kutipan yang dipajang di rumahnya pun bukan kalimat kepahlawanan ala samurai, tapi malah “Kontrol Gula Darahmu” 

Hal pertama yang saya suka dari anime ini adalah judul-judul tiap episodenya. Judulnya terkesan nyeleneh tapi punya pesan yang bagus. Bikin kita senyum sendiri. Misalnya :
“Kenapa Air Laut Itu Asin ? Karena Kalian Kencing Saat Berenang”
“Seperti Rumah Hantu, Kehidupan Juga Penuh dengan Rasa Takut”
“Jangan Mengeluh Tentang Pekerjaanmu di Rumah. Lakukanlah di Tempat Lain”
“Orang Yang Pilih-Pilih Makanan, Maka Makanan Juga Akan Begitu Padanya”
“Ketika Seseorang Yang Berkacamata Tak Memakai Kacamata, Rasanya Seperti Ada Yang Kurang”
“Menikah itu Memperpanjang Ilusi dalam Hidupmu”
“Make up Terbaik Seorang Wanita Adalah Senyumnya”
“Dunia Nyata Maupun Video Game Semuanya Penuh dengan Bug”
"Setiap Orang Adalah Seorang Pelarian dari Penjara Yang Disebut”Diri Sendiri”
“Ketika Kau Mencari Sesuatu Yang Hilang, Ingatlah Apa Yang Sedang Kau Lakukan Ketika Itu Hilang”
“Terkadang Sang Pemburu Mumi Bisa Menjadi Mumi Itu Sendiri”
"Jika Berat Badanmu Ingin Turun, Berhentilah Makan dan Bergeraklah!"
"Pria Yang Beruntung Itu, Yang Bangun Pagi dan Pergi Kerja"
"Anak Hanya Meniru Hal Negatif dari Ayahnya"
"Hal Yang Baik Tidak Datang Dua Kali (Tapi Hal Buruk, Ya)" 

Kedua, anime ini sering menyindir fenomena sosial dengan gayanya yang khas. Mulai dari anak muda sekarang yang kebanyakan main video game dan jarang keluar rumah. Atau tentang kehidupan otaku dengan idol mereka. Atau orang-orang yang tidak bisa lepas dari smartphone. Dan banyak lagi. Pesan-pesannya terasa dekat dengan kehidupan kita. Ketiga, gemar memparodikan anime lain. Sebut saja Prince of Tennis, Kuroko no Basket, Gundam, One Piece, Bleach, Black Butler, Naruto, Hunter X Hunter, Dragon Ball, Death Note, Detective Conan, bahkan Ultraman dan masih banyak lagi. Animenya sendiri pernah diparodikan dan dibanding-bandingkan dengan anime lain. Baru kali ini ada anime yang karakter-karakternya tahu bahwa mereka sedang bermain peran dalam suatu cerita fiksi. Keempat, tidak ada penamaan jurus dalam anime ini. Kalau mereka bertarung, ya bertarung saja. Tidak ada yang teriak kamehameha, atau gomu gomu no, atau kage bushin no justu, atau hiten-mitsurugi-ryu. Seingatku ada salah satu episodenya yang berjudul “Ada Dua Jenis Orang : Orang Yang Meneriakkan Jurusnya dan Yang Tidak Meneriakkan Jurusnya” (panjang amat judulnya). Di episode ini Shinpachi bilang, dia bisa keburu mati kalau setiap kali bertarung harus sebut jurus dulu. Apalagi kalau nama jurusnya panjang.

Tulisan ini bukan bermaksud melebihkan Gintama dibanding One Piece, Bleach atau anime top lainnya. Sama sekali bukan. Semua orang mengakui kehebatan One Piece. Betapa kreatif ide cerita, latar dan karakter-karakternya. Tapi bagi saya Gintama itu berbeda (ah, klise sekali kata-kata ini). Ada sesuatu yang saya temui di sini yang tidak saya dapatkan di anime lain (oke, mari hentikan kata-kata klise ini). Bagaimana ya menjelaskannya ? Pokoknya begitulah. Rasanya lebih bisa dijangkau. Karakter terfavorit jelas Gintoki, si tokoh utama. Biasanya lebih suka karakter pendukung. Tapi khusus Gintama, tokoh utamanya adalah yang terbaik. Saat tulisan ini dibuat, episode yang terakhir saya nonton adalah episode 328. Sejak kematian Shogun Shigeshige dan kemunculan Shoyo, anime ini berubah jadi serius dan mulai jelas alur dan tujuannya. Berharap mereka bisa kembali ke Edo dan menjalani hari-hari konyol seperti biasa.
20 May 2017

Nagi no Asukara


Anime ini sudah lama tersimpan di hardisk. Entah dicopy dari siapa. Tapi belum pernah dinonton sampai beberapa waktu lalu. Niat nonton pun awalnya karena galau ditinggal Ryuzaki di Death Note episode 24 (kalau tidak salah). Jadi sebagai penawar, dicobalah menonton anime ini. Bukannya dapat penawar, yang ada malah tambah nyesekkk. Karena tidak mau lama-lama mempersuram diri, maka diputuskan untuk ditulis. Hahaha… 

Itsumo miteita, chikai you de tookute 
Itsu datte, todokanai… 
~Ray, Ebb and Flow~ 

Manusia terbagi menjadi dua, manusia lautan dan manusia daratan. Manusia lautan tinggal di bawah laut (iyalah, masa di luar angkasa). Ada beberapa desa bawah laut yang tersebar di seluruh Jepang. Manusia lautan memiliki Ena di permukaan kulitnya, yang membuat mereka bisa bernapas di dalam air. Dan membuat air di permukaan tubuh dan pakaian mereka kering dalam waktu singkat. Untuk sebuah alasan yang belum jelas, hubungan antara manusia lautan dan manusia daratan tidak begitu akur. 

Hikari, Manaka, Chisaki dan Kaname adalah manusia lautan yang bersahabat sejak kecil. Mereka akan memulai hari pertama sekolah di daratan. Sekolah mereka yang lama sudah ditutup. Ketika akan mencapai permukaan, tiba-tiba saja Manaka terperangkap jaring nelayan yang sedang melaut. Saat itulah pertama kalinya Manaka bertemu dengan Tsumugu, manusia daratan yang kelak akan menjadi teman kelasnya. Hikari adalah remaja laki-laki yang emosian dan sering tidak berpikir ketika bertindak. Tapi begitu-begitu, dia itu penerus penjaga kuil dewa laut. Tanggung jawab yang diembannya besar. Manaka digambarkan sebagai gadis yang polos, ceria, dan lucu. Chisaki sebaliknya, tenang, dewasa dan cantik. Adapun Kaname adalah antitesis dari karakter Hikari. Tsumugu ? Oh… yang satu ini memiliki semua kualifikasi karakter yang sering disebut kakkoi. Kepala dingin, hemat bicara, minim ekspresi dan to the point. Awalnya saya pikir anime ini tentang petualangan sekelompok remaja. Tapi setelah sampai episode 2, ditambah OSTnya semakin mengesankan kalau anime ini ber-genre romance sedih. Bagi yang sudah lama tidak merasakan patah hati, mungkin anime bisa jadi referensi. 

Supaya lebih clear, akan saya jelaskan alur kontroversi hati dalam anime ini. Btw, biarpun tokohnya adalah remaja SMP, tapi masih cocok dinonton oleh mereka yang bukan remaja lagi. Pokoknya yang kategori young lah, kayak saya, twenty seven my age. Jadi tidak perlu mempertakut atau mempermalaskan diri karena besar kemungkinan anime ini akan membuatmu labil perasaan. Nah, kontroversi hati dimulai dari cinta pentagon antara tokoh-tokohnya. Masing-masing mengalami cinta sepihak, cinta yang hanya bisa digapai sebatas punggung. Hikari menyukai Manaka. Tapi Manaka menyukai Tsumugu sejak pertama kali terperangkap jaring laba-labanya, eh jaring ikannya. Sementara itu Chisaki ternyata menyukai Hikari. Adapun Kaname sudah menyukai Chisaki sejak lama. *Kisah macam apa ini sebenarnya?* Masing-masing menyimpan baik-baik perasaan mereka. Meski sadar tidak bisa begitu selamanya. Lambat laun akan ada yang menangis. Akan ada yang patah hati. Hanya masalah waktu. 

Hubungan kelima tokoh dibalut dengan konflik antara daratan dan lautan. Ada aturan yang berlaku bahwa manusia lautan tidak boleh menikah dengan manusia daratan. Yang melanggar akan diusir dari desa. Keturunan campuran tidak memiliki Ena di permukaan kulitnya. Itu berarti populasi manusia lautan akan terus berkurang jika mereka menikah dengan manusia daratan. Kalau jumlah itu terus menyusut, maka dewa laut akan mengambil langkah pencegahan, menidurkan manusia lautan selama beberapa waktu (tidak jelas sampai kapan). Waktu akan terhenti pada mereka yang berhibernasi. Meski tidur bertahun-tahun, mereka tidak akan bertambah tua saat terbangun. 

Sebenarnya banyak yang perlu diceritakan terkait hibernasi, juga sejarah terbentuknya manusia lautan dan manusia daratan. Tapi dinonton langsung akan lebih baik. Singkatnya, waktu hibernasi semakin dekat. Kaname adalah orang pertama yang menyatakan perasaannya. Tidak ada yang menjamin bahwa mereka akan terbangun bersamaan setelah hibernasi. Jadi sebaiknya dinyatakan sebelum terlambat, begitu pikirnya. Karena Kaname lah, akhirnya Hikari juga menyatakan perasaannya pada Manaka, dan di saat yang sama, Chisaki menyatakan perasaannya pada Hikari. Sementara itu, Manaka berenang ke daratan menemui Tsumugu, juga ingin menyatakan sesuatu. Sampai bagian ini, sungguh saya lelah menonton. Kesimpulan saya paling-paling ada dua alternatif akhir cerita. Pertama, Manaka akan bersama Tsumugu, lalu Hikari berpaling ke Chisaki dan Kaname mungkin akan sendiri seumur hidupnya. Kedua, Manaka akan bersama Hikari, lalu Chisaki akan berpaling ke Kaname dan Tsumugu dapat orang lain entah siapa. 

Ternyata masih terlalu dini untuk menyimpulkan, apalagi kalau baru sampai episode 13. Di episode 13 diceritakan upacara adat persembahan Nona Kayu yang mereka adakan dibantu oleh Uroko-sama. Uroko-sama ini semacam kaki tangan atau bagian tubuh dari dewa laut. Di tengah upacara, muncul gelombang. Chisaki dibantu Kaname menyelamatkan Tsumugu yang terseret gelombang. Sementara itu Hikari mengikuti Manaka yang berusaha menyelamatkan Akari, kakak Hikari. Tepat setelah Chisaki, Tsumugu dan Kaname naik ke kapal, gelombang datang lagi dan menyeret Kaname. Sehingga tersisa Chisaki dan Tsumugu. Setelah itu dewa laut menidurkan semua manusia lautan dan menyembunyikan desa itu sehingga tidak seorang pun bisa menemukannya. 

“Pasti aku tidak bisa dapatkan lagi mata yang seperti itu. Tubuhku terus tumbuh dewasa. Juga banyak hal yang terus berkurang. Apa jadi dewasa itu artinya kehilangan banyak hal berharga ?” 
 (Chisaki) 
Mungkin. Tapi untuk menutupi kehilangan itu, kau bisa isi dengan sesuatu yang baru."
(Tsumugu) 

Lima tahun berlalu sejak kejadian itu. Tidak ada lagi yang pernah melihat desa lautan. Tidak ada yang tahu sampai kapan Hikari, Manaka, Kaname dan semua penduduk laut akan tertidur. Chisaki menjadi satu-satunya dari keempat sahabat itu yang tinggal di daratan. Ia ditampung di rumah Tsumugu. Iya, Tsumugu. Si tokoh paling berkepala dingin, paling to the point dan paling tanpa ekspresi. Sungguh tak disangka. Dari sini saya mulai cemas sekaligus senang menebak akhir cerita. Benar-benar di luar perkiraan. Tapi lebih suka alternatif yang ketiga ini. Setelah itu satu per satu ketiga anak lautan itu terbangun, mulai dari Hikari, lalu Kaname, kemudian disusul Manaka. Mereka tidak berubah, masih seumuran remaja SMP. Sementara Chisaki dan Tsumugu sudah lulus SMA dan menjadi mahasiswa. Nah, bagaimana akhir kisahnyanya ? Bagaimana pula penyelesaian konflik antara daratan dan lautan ? 

Cinta itu layaknya lautan 
Kelembutannya. Keindahannya. Keegoisannya. Juga sakitnya. 
Walau begitu, lautan selamanya indah 
~Manaka~ 

Terus terang, dibanding Kimi no Nawa-nya Makoto Shinkai yang sempat booming beberapa waktu lalu, saya lebih nyesek nonton anime ini. Padahal ending-nya sempurna. Tapi setelah diingat-ingat, mungkin karena tiga hal ini. Pertama, karena Chisaki satu-satunya yang menjadi dewasa, sementara ketiga sahabatnya tetap sama seperti lima tahun yang lalu. Ditinggalkan waktu lebih menyesakkan dibanding ditinggalkan kereta. Kita kehilangan banyak hal ketika beranjak dewasa. Kedua, karena Kaname. Saya sampai nepuk-nepuk dada saking nyeseknya sama tokoh ini. Paling baik, paling dewasa, paling banyak berkorban, tapi menjadi yang paling kehilangan dan paling kesepian. Dan ketiga, karena Tsumugu. Yang ini saya tidak tahu alasannya. Ada sesuatu dari tokoh ini yang tertinggal lama di pikiran saya. Tapi entah apa. 

Hal lain yang menarik dari anime ini adalah artwork-nya, terutama penggambaran dunia bawah lautnya. Anak-anak pulau yang besar dikelilingi lautan dan sering berfantasi hidup di bawah laut akan menyukai artwork anime ini. Beberapa pesan yang mungkin bisa diterjemahkan dari anime ini adalah pertama, meski sesuatu yang selalu kau pandangi dari kejauhan terlihat begitu indah, tapi yang terbaik bagimu adalah sesuatu yang selama ini selalu ada di dekatmu. Kedua, jika kau menyukai sesuatu, dan di kemudian hari perasaanmu masih sama, itu tidak masalah. Namun jika di kemudian hari kau berhenti menyukainya, itu pun tak masalah. Biarkan mengalir
29 January 2015

5 Centimeters Per Second


“Suatu hari kelak, aku pasti akan kalah oleh waktu dan jarak yang tak terlampaui.” 
~Takaki~ 

“Aku sudah benar-benar berhasil menjadikanmu kenangan, kan ?” 
~Akari~ 

“Walaupun dia tersenyum lembut padaku, hatinya seakan menghadap sesuatu di kejauhan.” 
~Kanae~ 

Sebenarnya berat menulis tentang anime ini (halah). Walaupun sudah dinonton sejak tahun lalu, jauh sebelum lulus. Waktu itu hanya setengah-setengah karena fokus pada persiapan sidang. Selesai ujian, Yoru yang sudah duluan nonton mendesak saya untuk nonton juga. Katanya wajib, supaya saya ikut-ikutan sesak (apa maksud ?). Akhirnya memang dinonton juga, yang membuat saya menyesal. Kenapa ? Karena anime ini benar-benar bikin sesak napas. Selepas nonton buru-buru saya buka jendela dan menarik napas dalam-dalam (sambil merapal mantra “hidup ini indah, anginnya sepoi-sepoi”). Karena masih tak nyaman juga, anime itu langsung di-shift+delete dari laptop. 

Pepatah bilang, seekor tupai tak akan jatuh di lubang yang sama. Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi Snoppy, mencari seri terakhir The Hunger Games, Mockingjay, yang minta dipinjamkan sama sepupu. Sejak filmnya sukses di pasaran, novelnya jadi susah didapat karena banyak yang antri. Si sepupu yang belum baca sampai tuntas penasaran dengan seri terakhir, tapi juga tak niat beli. Maunya cumi, cuma minjam. Seperti yang diperkirakan, si Mockingjay masih di tangan orang lain. Saya sudah memutuskan untuk pulang ketika secara tak sengaja (ah, lagi-lagi tak disengaja) mata saya menabrak dua jilid manga yang duduk manis di atas meja pengembalian. Manga yang judulnya membuat saya tiba-tiba diserang sesak napas, 5 cm Per Second. 

Pinjam. Tidak. Pinjam. Tidak. Berdiri tiga menit dengan jari mengetuk-ngetuk meja hanya untuk masalah sepele antara pinjam atau tidak. Adakalanya bersikap ringan itu penting. Dipikir-pikir, yah, hanya manga. It’s not a a big deal. Berharap ada sesuatu di dalamnya yang menjawab hal yang tidak terjawab di anime. Walau hanya sedikit tidak masalah. Saya butuh itu. Dan si tupai pun jatuh di lubang yang sama. 

5 cm per second dipercaya sebagai kecepatan jatuhnya bunga sakura. Cerita versi anime terbagi tiga segmen dengan tiga tokoh penting : Takaki, Akari dan Kanae. Sementara cerita versi manga lebih panjang yang dipecah ke dalam sebelas segmen dengan tambahan tokoh Risa Mizuno, yang dalam anime hanya muncul sebentar. Tempo yang dipakai di kedua versi sama-sama lambat. Tempo yang lambat dengan nuansa sendu memang paling bisa menimbulkan sesak, asal didukung oleh cerita yang menarik. Keunggulan anime ini ada pada ceritanya yang berat, rumit dan realistis serta artwork yang keren. Kalau artwork yang super keren masih dipegang oleh Kotonoha no Niwa (Garden of Words). Keduanya sama-sama digarap oleh Makoto Shinkai, tapi dilihat dari kedua sisi, cerita dan grafis, 5 cm Per Second  lebih unggul. 

Masuk pada cerita dan tokoh-tokohnya. Sejujurnya, yang bikin sesak bukan kisah antara Takaki dan Akari. Yah, sesak juga, sih. Tapi bukan itu yang utama. Bagaimana pun, aneh rasanya murid kelas empat SD sudah mengalami apa yang disebut perasaan-yang-sulit-diungkapkan, apalagi terbawa hingga dewasa. Masa itu adalah masa bermain. Mereka belum terganggu oleh perasaan semacam itu. Tapi entahlah ya, kalau di Jepang sana. Jika hal itu harus muncul, paling minimal saat kelas dua atau tiga SMP. Karenanya saya lebih memahami perasaan Kanae pada Takaki dibanding Takaki-Akari. 




Membaca manga-nya memang sudah sesak sedari awal. Memasuki bagian Kanae kemudian bagian Risa Mizuno, sesaknya jadi menumpuk. Menjelang akhir, Kanae bertutur tentang Takaki setelah sepuluh tahun berlalu, Dia seperti bintang bersinar yang selalu ada di sana, namun tak terjangkau. Saat itu aku sadar aku takkan bisa meraihnya. Saat membaca bagian ini, mata yang sudah berkaca-kaca pun pecah. Ah, tolong, di antara segala pilihan kata, kenapa harus kata-kata ini yang muncul ? Tapi ada hal penting yang saya temukan dalam manga, ketika Takaki dewasa melintasi rel kereta dan di seberang jalan, di balik punggungnya, Akari kecil berdiri melambaikan tangan. Mungkin, itu jawaban yang saya cari. Endingnya memang terbuka bagi penonton untuk menyimpulkan sendiri. Ini hebatnya Makoto Shinkai mengeksekusi akhir yang indah sekaligus menyakitkan. 

Dalam novel Kafka on The Shore karya Murakami, ada kalimat berbunyi seperti ini, “Kafka, dalam kehidupan setiap manusia, ada suatu titik di mana kau tidak dapat kembali lagi. Dan pada beberapa kasus, itu berarti titik di mana kau juga tidak dapat maju. Ketika kita tiba pada titik itu, yang dapat kita lakukan hanyalah menerima kenyataan. Dengan cara itulah kita bertahan.”  Baik Takaki, Akari, Kanae bahkan Risa adalah tokoh-tokoh yang berada pada titik itu. Dan juga sedang bertahan dengan cara seperti itu. Masing-masing dari mereka berusaha, agar jam kembali berputar. Takaki yang mulai menerima dirinya apa adanya, Akari yang akan selalu menyukai Takaki dan Kanae yang mengunjungi Tokyo mencari jawaban dari pernyataannya sepuluh tahun yang lalu. 

Buat yang sudah nonton animenya, saya sarankan baca juga manganya. Mungkin ada hal lain yang bisa kau temukan di sana.
10 December 2014

Zankyou no Terror

 

“Itulah sebabnya kau menerima kasus ini. Karena kau tidak bisa memaafkan penjahat yang bermain-main dengan senjata nuklir”
~Kurahashi, Zankyou no Terror~

Terorisme tanpa korban jiwa, adakah ? Ada. Tapi hanya di dunia anime. Lagi-lagi, hal-hal bagus sering ditemukan secara tak sengaja. Saat berkunjung ke rumah teman untuk suatu urusan, tetangganya yang ternyata penggemar anime bercerita sekilas tentang anime ini. Kedengarannya menarik, lagipula kalau hanya 11 episode berdurasi 23 menit, kenapa tidak ?

Umumnya anime bercerita dari sudut pandang sang pahlawan. Tapi anime ini sebaliknya, bercerita dari sudut pandang si teroris. Berawal dari pencurian Plutonium di Aomori yang dilakukan oleh dua remaja bernama Nine (Kokonoe Arata) dan Twelve (Hisami Touji). Enam bulan sejak peristiwa itu, rangkaian teror bom mulai bermuculan di berbagai tempat di wilayah Tokyo. Sehari-harinya, kedua remaja ini menyamar sebagai siswa di sebuah sekolah tinggi. Selain mereka, ada pula tokoh lain bernama Mishima Lisa, gadis yang punya banyak masalah terutama menyangkut ibunya. Lisa menggambarkan senyum Twelve seperti matahari di musim panas dan mata Nine yang dingin seperti es.

Dalam setiap aksinya, mereka rutin mengunggah video ke internet sebagai teka-teki yang mengarah ke lokasi target bom. Dalam rekaman video, mereka memakai topeng Spinx, sejenis monster yang muncul dalam kisah mitologi Yunani, Oedipus Rex. Tragedi Oedipus dimulai ketika ayah Oedipus diberitahu oleh peramal bahwa ia akan dibunuh oleh putranya sendiri. Oleh karena itu sang ayah membuang Oedipus ke hutan tepat setelah kelahirannya. Namun Oedipus berhasil bertahan hidup dan tumbuh dewasa. Entah bagaimana ceritanya Oedipus memang akhirnya membunuh sang ayah tanpa tahu bahwa orang itu adalah ayahnya. Ia lalu berkunjung ke negeri ayahnya dan menikah dengan ibunya sendiri. Setelah tahu bahwa ia membunuh ayah dan menikah dengan ibu kandungnya, Oedipus pun mencongkel matanya dan menjadi buta.

Aksi Nine dan Twelve bukan sekadar remaja yang cari perhatian. Atau remaja yang bosan lalu membom berbagai tempat untuk menghilangkan kebosanan Aksi teror yang mengadopsi mitologi Oedipus Rex itu adalah sejenis pesan terkait apa yang mereka alami bertahun-tahun sebelumnya. Pesan yang berhubungan dengan proyek penelitian rahasia yang dilakukan oleh pemerintah terhadap 26 anak panti asuhan. Pesan yang tidak dapat mereka sampaikan hanya dengan melapor langsung ke polisi. Ibaratnya seperti teriakan kecil di tengah keributan, teriakan itu akan hilang sebelum sempat didengar oleh siapapun. Uniknya, aksi mereka direncanakan sedemikian matang hingga tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Episode terakhir mengingatkan kita pada masa perang dunia kedua ketika bom atom menelan ribuan korban. Tapi bagi dua remaja ini, ada cara meledakkan bom nuklir tanpa melukai siapapun. Endingnya betul-betul menguras emosi. Lagi-lagi dibuat menangis oleh tokoh fiktif dan cerita rekaan. Perasaan mengambang menggantung lama bahkan setelah anime berakhir. Dari segi gambar, empat jempol untuk anime ini *angkat `jempol kaki*. Grafisnya mendetail, mirip dengan yang asli. Tata kota, pohon, jalan raya, kereta, hujan dan langitnya mirip dengan yang nyata. Seperti grafis anime Kotonoha no Niwa. Oleh karena itu dengan mantap saya nobatkan anime ini sebagai anime terbaik yang saya tonton sepanjang tahun 2014.

"Ingatlah jika kami pernah hidup” 
~Nine~
25 June 2013

Song for My Sweet Home

Pulang, pulang 
Ayo pulang ke rumah 
Jika perut sudah lapar, 
Jika rasa sedih datang, 
Ayo pulang ke rumah 
Tempat keluarga menunggu kita 
~Song for My Sweet Home~ 

Komik 4 jilid karangan Yuuki Fujimoto ini bercerita tentang Hanadera Himawari, murid SMA kelas 1, anak ketiga dari lima bersaudara. Orangtuanya meninggal karena kecelakaan saat dia masih kecil. Himawari tinggal bersama keempat saudara laki-lakinya yang unik. Anak pertama bernama Hanadera Sakura (21 tahun), anggota band rock yang bekerja part time di berbagai tempat demi menjadi tiang utama keluarga. Suaranya bagus dan punya banyak penggemar. Sejak kecil sudah jadi langganan juara lomba menyanyi. Sifatnya keras tapi sangat perhatian terhadap adik-adiknya. Anak kedua, Hanadera Kikunosuke (19 tahun) adalah kakak laki-laki yang feminin. Dia sekolah di sekolah peñata rambut. Bila mabuk, Kikunosuke akan berubah menjadi sangat laki-laki. Setiap hari dia selalu bertengkar dengan Sakura memperebutkan gel rambut dan ikat pinggang.


Anak ketiga, Hanadera Himawari (16 tahun), adalah satu-satunya anak perempuan dalam keluarga ini. Ia bertindak sebagai pengganti ibu. Rutinitasnya setiap hari selain sekolah adalah memasak makanan untuk semua anggota keluarga, menyiapkan bekal makanan, mencuci pakaian dan mengurus rumah. Anak keempat, Hanadera Aoi (14 tahun), siswa SMP kelas 3 yang kalau seminggu tidak makan puding minimal dua, kondisinya mendadak jadi aneh. Gemetar tak karuan. Dia dijuluki “Angel smile” karena orangnya selalu serius dan jarang senyum. Tapi sekali tersenyum, orang-orang yang melihatnya bisa meleleh. Dia bertindak sebagai bendahara, mengurus buku keuangan, sekaligus punya hak memutuskan apa yang perlu dan tidak perlu dibeli oleh setiap anggota keluarga. Terakhir anak kelima, Hanadera Umeta (6 tahun), si bungsu yang cengeng tapi paling baik hati. Pernah hidup terpisah dengan saudara-saudaranya sampai umur tiga tahun kerena dititipkan di tempat penitipan anak. 

Walau hanya terdiri dari 4 jilid, tapi komik ini mampu menggambarkan hubungan keluarga yang erat dari lima bersaudara. Berbagai pemasalahan yang muncul semakin menambah kekompakan mereka. Ceritanya juga ringan, menghibur dan membuat kita jadi teringat keluarga di rumah. Entah bagaimana rasanya kondisi rumah tanpa kehadiran ayah dan ibu. Kenangan orang-orang yang pergi meninggalkan kita memang tidak akan bisa terhapus. Sampai kapan pun, rasa sedih itu pasti ada. Tapi selagi kita hidup, jagalah apa yang kita miliki. Bila suatu saat kesedihan itu tak bisa ditahan, boleh saja kita menangis. Setelah itu tersenyumlah kembali.
25 August 2012

Kau Bercanda, Kan ?

Jika ada sesuatu yang paling absurd di muka bumi ini, itu adalah cinta 
~Edensor, Andrea Hirata~ 
 
Absurd. Konyol. Hal-hal semacam itu banyak berhamburan di muka bumi. Mulai dari kejadian sampai orang-orangnya. Tapi, di antara semua keabsurdan, kenapa harus jenis ini yang kutemui. Awalnya kupikir, hey, ini bercanda, kan ? Benar-benar lelucon yang tidak lucu lagi. Hanya muncul dalam sinetron lebay, atau dalam novel yang sangat membosankan untuk dibaca. Mungkin Andrea Hirata ada benarnya, karena bisa kulihat korelasi yang jelas antara teori dan realita. Tapi...oh ayolah, kawan, hal itu tidak harus membuatmu terlihat begitu konyol. Begitu absurd. Tak perlu berlebihan, sewajarnya saja. Kau masih bisa tetap bersikap waras, kan ?
10 June 2012

Nakyoku Tairiku


“Jika, seperti yang kau katakan, sebuah mimpi bisa mengubah Jepang. Aku ingin melihatnya dengan mataku sendiri” 
 -Himuro Haruaki-
Yosh, sekarang saya mau mengulas dorama lagi. Kali ini adalah dorama yang disebut-sebut sebagai dorama termahal sepanjang sejarah TBS, Nakyoku Tairiku (Benua Antartika).

Dorama ini menceritakan perjuangan Kuramochi dkk bersama anjing-anjing Sakhalin Huskie mengembarai benua yang belum pernah tersentuh sebelumnya, Benua Antartika. Berlatar era pasca perang tahun 1955, saat perlahan-lahan Jepang bangkit setelah kekalahan dalam perang dunia II. Antartika merupakan tempat yang memegang banyak kunci misteri di bumi. Banyak daerah-daerahnya yang belum pernah terjamah manusia. Antartika adalah satu-satunya tempat dimana jepang bisa berdiri selaras dengan sisi dunia lainnya. Dengan kata lain, Ekspedisi Antartika akan mengakhiri era pasca perang.

Ekspedisi Jepang ke Antartika yang pertama kali dilakukan tahun 1912 dipimpin oleh Letnan Shirase. Tapi karena keadaan yang keras membuat mereka tidak bisa melakukan pengamatan. Ayah Kuramochi yang merupakan seorang pelaut adalah salah satu anggota ekspedisi tersebut. Dalam konferensi Internasional di Brussels, semua negara yang hadir kecuali jepang adalah negara-negara yang menang dalam perang dunia II. Banyak negara yang menolak keikutsertaan Jepang, namun entah kenapa akhirnya jepang berhasil diterima dalam ekspedisi Antartika.

Awalnya ekspedisi ini ditentang oleh pemerintah karena memerlukan biaya 500 juta yen. Dalam pandangan anggaran nasional saat itu, jumlah tersebut terlampau mahal. Sementara di saat yang sama, jepang memfokuskan diri pada pengembangan nuklir. Kuramochi kemudian meminta dukungan masyarakat dengan bantuan Utsumi melalui media surat kabar dan mengumpulkan sumbangan dari perusahaan-perusahaan. Dalam pembagian area survei, Jepang ditempatkan di pantai Prince Harald. Prince Harald berada di bagian timur Antartika, antara stasiun Mawson dan stasiun Norwegia. Sayangnya tempat ini “Inaccessible”, tidak dapat diakses.

Saat-saat yang genting itu memunculkan harapan baru ketika anak-anak yang mendukung penuh ekspedisi Antartika, mengumpulkan koin sumbangan. Dengan segera kotak sumbangan dibentuk di sekolah-sekolah di seluruh negeri. Setelah itu perhatian Jepang mulai tertuju pada ekspedisi Antartika yang sebelumnya diabaikan, bahkan akhirnya diakui secara resmi sebagai proyek nasional. Banyak perusahaan-perusahaan mengesampingkan keuntungannya dan memberikan dukungan mereka pada ekspedisi Antartika. Mereka antara lain adalah Honda Suichiro, pendiri Motor Honda Company. Juga  Ibuka Masaru dan Morita Akio yang merupakan teknisi dari Tokyo Telecommunications Engineering Corp yang kelak mendirikan Sony.

Selanjutnya, Jepang mempunyai waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri. Yang pertama dilakukan adalah merekrut anggota tim lalu membangun stasiun penelitian. Dan terakhir, mencari kapal yang akan membawa tim ekspedisi ke Antartika. Dalam proses perekrutan, ada seorang remaja laki-laki bernama Inuzuka. Ia adalah pelajar yang sedang meneliti Aurora. Ketika sesi wawancara, ia terpaksa berbohong bahwa pernah melatih anjing Sakhalin. Kenyataanya, ia adalah manusia yang kebingungan dalam hidup. Inuzuka berpikir bahwa mungkin sepulang dari ekpedisi itu, ia bisa tahu apa yang ia ingin lakukan di samping juga keinginannya meneliti Aurora secara langsung.

Karena seluruh kapal pemecah es telah habis dibeli negara lain, maka Jepang yang tidak kebagian memutuskan merekonstruksi sebuah kapal bernama Soya. Soya adalah kapal perang tua yang disebut sebagai kapal ajaib. Berapa kali pun Soya dikirim ke medan perang, ia selalu kembali dengan selamat. Sebelas tahun setelah kalah perang, bersama Soya, semangat orang-orang Jepang bangkit dari reruntuhan. Kamis, 8 November 1956 adalah momen keberangkatan Soya dan tim eskpedisi menuju Prince Harald Antartika, membuktikan pada dunia bahwa mereka bisa bertahan di tempat yang di peta dilabeli dengan “Inaccesible” itu.

Setelah menimbang bahwa pengamatan tidak bisa dilakukan hanya dengan waktu yang sebentar, maka dibentuklah Tim Ekspedisi Lintas Musim Dingin Antartika yang pertama. Tim ini akan tinggal di Antartika selama setahun dan melewati musim dingin di sana. Ekspedisi ini beranggotakan 11 orang. Pemimpinnya adalah profesor Hoshino Eitaro. Berturut-turut anggotanya adalah Kuramochi yang bertugas sebagai asisten, Utsumi Noriaki bertanggung jawab atas pers dan urusan umum, Yokomine Shinkichi bertanggung jawab atas komunikasi. Tani Kennosuke bertanggung jawab atas perawatan medis, Samejima Naohito bertanggung jawab atas mesin. Funaki Ikuzo dan Arashiyama Hajime bertanggung jawab atas konstruksi. Yamazato Manpei bertanggung jawab atas makanan alias koki. Inuzuka Natsuo bertanggung jawab atas kereta luncur anjing. Dan terakhir, Himuro Haruaki bertindak sebagai auditor. Dari sini, petualangan sebelas manusia dan 19 Anjing Sakhalin selama setahun di Antartika pun dimulai. Apakah mereka semua selamat dalam petualangan tersebut ? Selamat menonton...

Komentar :
Ini yang selalu saya suka dari dorama jepang, tentang mimpi, semangat dan pengorbanan. Doramanya selalu bisa bikin nangis tanpa harus melibatkan sisi romantis di dalamnya. Persahabatan manusia dan anjing pun bisa dibuat mengharu biru begitu, di samping backsound-nya yang memang mendukung. Anjing-anjingnya juga pintar berakting. Raut wajah senang dan sedihnya terekam jelas.

Menonton dorama ini sekali lagi membuat saya terkagum-kagum dengan dorama Jepang. Pantas saja dorama ini menghabiskan banyak biaya, syutingnya saja sampai Antartika. Dari segi pemain, hanya sedikit yang saya tahu. Sebagiannya adalah wajah-wajah yang baru saya lihat. Takuya Kimura seperti biasa, aktingnya natural. Saya selalu menebak-nebak bahwa mungkin seperti itulah ia di dunia nyata. Ayase Haruka sebagai Miyuki sudah pernah menjadi lawan main Kimutaku di dorama sebelumnya, Mr. Brain. Tapi menurutku akting Haruka agak kaku. Dia lebih cocok berperan sebagai Himono-Onna di Hotaru no Hikari. Yamamoto Yusuke sebagai Inuzuka juga sudah tidak asing lagi. Ia sudah sering muncul di berbagai dorama dan film seperti Hanazakari no Kimitachi e dan Paradise Kiss

Aktor yang berperan sebagai Yokomine juga pernah main dalam dorama Bloody Monday. Dan yang bikin salut adalah si Profesor Hoshino. Lagi-lagi saya dibuat pangling dengan perbedaan karakter yang dia mainkan. Nanti sampai di episode tiga saya baru sadar kalau si Profesor Hoshino yang sabar dan sering tersenyum ini adalah orang yang sama dengan yang main di Mr. Brain sebagai polisi temperamen dan suka ngamuk-ngamuk. Perbedaan karakter yang dia mainkan seperti bumi dan langit. Salut...!! Lewat dorama ini akhirnya saya bisa melihat lagi adegan perpisahan di dermaga. Umumnya adegan perpisahan terjadi di bandara. Padahal menurutku, kesan sedih lebih tertangkap jika latarnya adalah laut dan kapal, lebih mengharukan gimana gitu. Dan seperti dorama pada umumnya, banyak adegan klise di sini, tapi saya tetap suka karena petualangannya seru.

Terakhir, tentang tokoh yang paling saya suka, Himuro Haruaki. Sikapnya kaku, pemikirannya realistis dan posisinya selalu dilematis sebagai penyeimbang antara pemerintah dan tim ekspedisi. Awalnya saya tidak suka tokoh ini karena seperti ada kesan jahat. Tapi setelah episode demi episode berlalu, baru ketahuan kalau dia pun memiliki kenangan yang menyakitkan. Pengorbanannya demi ekspedisi Antartika yang ketiga membuat saya simpati. Yang paling berkesan dari Himuro adalah saat ia bermain bersama anjing-anjing yang menyelamatkannya dari badai salju. Untuk pertama kalinya dia benar-benar tersenyum, bukan menyeringai seperti biasanya. Dan senyumnya itu benar-benar manis.

Orang-orang dilahirkan untuk mengumpulkan pengalaman 
-Albert Einstein-
03 June 2012

Hana Kimi, Kekonyolan Para Ikemen

Dorama ini diadaptasi dari manga populer berjudul Hanazakari ni Kimitachi e (For You In Full Blossom) yang ditulis oleh Hisaya Nakajo-sensei. Doramanya sendiri berjudul Ikemen Paradise tapi lebih dikenal dengan Hana Kimi. Kata “Ikemen” dalam bahasa jepang artinya “good-looking guys”. Hana Kimi sebenarnya dorama lama, tapi karena pertama kali saya nonton yang SP, jadi tidak terlalu paham jalan ceritanya. Nah dua tahun lalu, teman saya yang baik hati, tidak sombong, tidak makan sabun dan rajin nabung mendownloadkan dorama ini. Makasih ya!

Ikemen Paradise atau Hana Kimi bercerita tentang seorang gadis bernama Ashiya Mizuki yang pindah sekolah dari California ke Jepang, tepatnya ke Osaka Gakuen, sekolah khusus laki-laki. Ashiya menyamar sebagai laki-laki agar bisa bertemu Sano Izumi, seorang atlit lompat tinggi yang pernah menyelamatkannya sewaktu di Amerika dulu. Sano mengundurkan diri dari lompat tinggi setelah kakinya cedera saat menyelamatkan Ashiya.  Ashiya merasa berhutang budi pada Sano, karena itu ia nekat menyamar jadi laki-laki agar bisa membantu Sano kembali melompat.

Osaka Gakuen adalah sekolah asrama khusus laki-laki yang setiap asrama punya ketua dan ciri khas masing-masing. Asrama 1, leader-nya adalah Tennoji Megumi yang juga merupakan ketua klub karate. Asrama 2, leader-nya adalah Nanba Minami, seorang “Ladies Man”. Kebanyakan penghuni asrama ini berkecimpung di bidang olahraga. Asrama 3, leader-nya Masao Himejima tapi lebih mau dipanggil Oscar. Bidangnya adalah seni drama, teater dan hal-hal konyol lain seperti pemanggilan arwah. Cita-citanya ingin menjadi aktor Hollywood.

Setelah diperebutkan tiga leader asrama karena kemampuan berlarinya yang sangat cepat, Ashiya memutuskan masuk asrama 2 berhubung Sano juga tinggal di sana. Beruntungnya lagi, mereka sekamar. Ashiya, Sano, Nakatsu, Sekime, Nakao, Kayashima dan beberapa siswa lain adalah siswa tahun pertama. Cerita selengkapnya kalian nonton saja sendiri yah.

Komentar saya, dorama ini adalah dorama terkonyol dan terlucu yang pernah saya tonton. Apalagi kalau sudah melibatkan persaingan antar asrama, maka semua hal-hal gila, unik, dan tidak masuk akal tumpah tuah di sini. Berulang kali pun menonton rasanya tidak pernah bosan. Daya tarik Hana Kimi memang ada pada kekonyolan dan pemerannya yang berjibun.

Selain itu saya salut sama para pemerannya yang benar-benar total dalam akting. Banyak aktor dan aktris dalam dorama ini yang hanya berfungsi sebagai figuran tapi mereka tidak main-main dalam berakting. Selain itu, sutradaranya, siapapun ia, pasti orang hebat karena bisa mengontrol banyaknya pemain dengan ide-ide humor yang sangat komikal. Kemampuan akting pemainnya seperti Oguri Shun dan Ikuta Toma tidak diragukan lagi. Kalau Oguri yang memerankan karakter Sano sepertinya memang sudah identik dengan peran kalem dan cool. Kayaknya image itu tidak bisa lepas meski dia sudah pernah memerankan tokoh culun dan polos dalam dorama Binbo Danshi. Ikuta Toma juga berperan sangat bagus. Sebagai Nakatsu, kalau berakting konyol benar-benar konyol tapi kalau akting marah bisa mengerikan.

Selanjutnya Mizushima Hiro. Di antara semua dorama dan beberapa filmnya yang sudah saya nonton, menurutku, Nanba-senpai adalah karakter yang paling cocok dia perankan. Aktingnya lepas dan natural. Dalam pandangan saya, orang ini agak kaku berakting jika memerankan karakter yang serius seperti di dorama Mei-chan no Shitsuji dan film Beck. Tapi kalau dapat peran konyol seperti di Hana Kimi atau Tokyo Dogs, Hiro bisa memerankannya dengan baik. Dia juga agak kaku berperan sebagai berandalan di film Drop dan sangat culun di film Kanojo to no Tadashii Asobikata. Film Mizushima Hiro yang belum saya nonton adalah serial Kamen Rider Kabuto. Entah kapan bisa dapat serial ini. Ada yang punya ?

Kemudian Kimura Ryo yang memerankan tokoh Nakao, manusia gay yang menyukai Nanba-senpai. Ehm, khusus masalah gay, dalam pandangan apapun baik agama, budaya, HAM, jalan hidup atau apapun namanya, saya tidak pernah sepakat dengan fenomena gay. Kupikir dunia tidak perlu diperparah dengan hal-hal semacam ini. Daripada menganggapnya sebagai takdir, kenapa tidak berpikir bahwa itu adalah penyakit yang harus segera diobati. Wokeh, kembali ke tokoh Nakao. Sebenarnya saya kasihan sama aktor yang satu ini karena sering dikasih peran gender ambigu dan kontroversial seperti di dorama Nodame Cantabile. Tapi kalau melihat wajahnya yang lebih condong disebut cantik daripada tampan, mungkin bisa dimaklumi kenapa dia dapat peran demikian. Dari hasil googling, katanya di serial terakhir manganya, Nakao menyatakan cinta pada Nanba-senpai tapi ditolak (huahaha...itu sudah pasti). Tapi, saya salut sama aktor ini. Ryo yang dikasih peran kewanita-wanitaan di Hana Kimi bisa memerankan tokoh berandalan dan tukang bully di dorama Otomen bersama Okada Masaki.

Selanjutnya ada Okada Masaki yang berperan sebagai Sekime Kyogo, seorang atlit sprinter dari asrama 2. Aktor ini juga berperan sebagai tokoh utama dalam dorama Otomen dan film I Give My First Love to You bersama Inoue Mao. Yang paling berkesan dari Sekime di Hana Kimi adalah saat ia memakai kostum cosplay Char Aznable (karakter Gundam) demi menarik perhatian Erika (salah satu personil Hibari Four). Kostum Char dan rambut pirang sangat cocok untuknya. Selain itu, ekspresi Sekime saat Erika bilang bahwa dia adalah fans Gundam juga ngena banget. “Arigatooo...minna”, katanya.

Berikutnya lagi ada Yamamoto Yusuke yang berperan sebagai Kayashima. Kayashima adalah teman sekamar Nakatsu yang bisa melihat hantu, bisa melihat aura orang, bahkan kemampuannya juga bisa dipakai sebagai detektor harta karun (weleh weleh...kemampuan apa ini ?). Sejak awal dia tahu bahwa Ashiya adalah perempuan dengan melihat auranya tapi dia diam saja. Orang ini benar-benar baik. Dan seperti halnya Mizushima Hiro, Yusuke juga adalah alumni Kamen Rider, Kamen Rider Sasword. Sepertinya Kamen Rider di Jepang sangat digemari ya, terbukti dari banyaknya aktor yang memerankan serial ini dengan berbagai versi.

Berikutnya ada Mizobata Junpei sebagai Kazuma. Perannya hanya sedikit di dorama ini, bahkan boleh dibilang sangat sedikit. Tapi sekarang si Junpei telah mengukuhkan dirinya sebagai tokoh Kudo Shinichi, detektif terkenal dalam serial Detective Conan. Aktingnya sebagai detektif juga pas dengan lawan main Kutsuna Shiori sebagai Mouri Ran. Hanya satu hal yang mengganjal bagi saya yaitu cara larinya yang aneh. Berbeda dengan Oguri Shun saat memerankan Shinichi yang mempunyai cara lari yang cool, cara berlari Junpei seperti diseret, tapi secara keseluruhan aktingnya tambah bagus.

Berikutnya Ishigaki Yuma yang berperan sebagai Tennoji, leader asrama 1 dan ketua klub karate. Muka Tennoji lucu sekali saat latihan wawancara. Hubungannya dengan Kanna tidak disetujui oleh bawahannya di klub karate. Yang paling berkesan adalah adegan acara jodoh-jodohan dengan siswi dari St. Blossom yang dilatari sepotong kecil lagu Whitney Housten “I Will Always Love You”. Asli adegan ini kocak banget, ekspresinya Tennoji lucu. 

Meski konyol, sebenarnya semua tokoh masih punya sedikit kewarasan kecuali satu-satunya tokoh ini, Oscar M. Himejima. Astaga, saya selalu berpikir bahwa Oscar (yang diperankan oleh Kyo Nobuo) pastilah orang gila yang ikut casting. Aktingnya benar-benar gokil dan sinting. Tapi saat melihat perannya sebagai pelayan di Mei-chan no Shitsuji, saya ternganga karena karakter dan penampilannya beda jauh, dan dia bisa memerankannya dengan baik. Saya bahkan tidak yakin kalau yang jadi Nezu di dorama Mei-chan dan Oscar di Hana Kimi adalah orang yang sama. Hountoni sugoooi.

Sebenarnya masih banyak karakter yang belum diceritakan tapi di antara semuanya, hanya yang saya sebutkan di atas yang berkesan. Lagipula seperti yang saya bilang tadi bahwa pemeran dorama ini bejibun jumlahnya, jari saya bisa jadi dadu kalau menuliskan semuanya.
27 May 2012

Kaseifu no Mita, Pengurus Rumah Tangga Yang Misterius


“Apa kau tidak punya hati ?”
“Tidak, aku telah kehilangannya di suatu tempat.” 
-Kaseifu no Mita-

Dorama ini adalah hasil rekomendasi teman yang sering download film dan dorama Jepang. Katanya rating dorama ini menembus angka 40% di tahun 2011 (wow, sugooii...). Kaseifu no Mita menceritakan seorang pengurus rumah tangga (Kaseifu) bernama Mita yang bekerja di rumah keluarga Asuda. Keluarga ini baru saja kehilangan sosok ibu karena tenggelam di sungai. Keluarga ini terdiri dari lima orang, seorang ayah dan keempat anaknya. Sang Ayah bernama Asuda Keichii. Secara berurut anak-anaknya adalah Asuda Yui (17 tahun, perempuan), Asuda Kakeru (14 tahun, laki-laki), Asuda Kaito (12 tahun, laki-laki) dan Asuda Kii (5 tahun, perempuan).

Sebagai pengurus rumah, Mita sangat pintar memasak, selalu tepat waktu, cerdas dan sangat patuh. Kepatuhannya bahkan mencapai level yang mengkhawatirkan karena ia akan melakukan apapun yang diperintahkan sang majikan termasuk melukai atau membunuh orang lain. Selain itu, Mita tidak pernah tersenyum dan tidak pernah mengungkapkan pendapatnya. Ia tidak pernah berkomentar dan tidak peduli masalah pribadi pemilik rumah. Kalimat khasnya jika ia dimintai pendapat adalah, “Itu adalah hal, yang kalian memutuskan.

Mita memiliki masa lalu yang merenggut senyumnya. Sewaktu kecil, Ayahnya tewas tenggelam saat berusaha menyelamatkannya. Sejak saat itu, di dalam hati ibunya tersimpan rasa benci kepada Mita. Ibunya kemudian menikah lagi dan punya anak, sehingga seluruh kasih sayang tercurah hanya untuk adik tirinya. Kebencian ibunya semakin besar melihat suaminya mulai menunjukkan rasa sayangnya pada Mita. Yang selalu menghibur Mita saat itu hanya pengurus rumahnya. Setelah dewasa, Mita menikah dan melahirkan seorang putra bernama Jun. Setelah itu, adik tiri Mita mulai memasuki kehidupan rumah tangganya. Adik tirinya jatuh cinta pada Mita dan selalu menguntitnya. Mengetahui hal ini, suami Mita memperingatkan adik tirinya. Adik tirinya kalap dan membakar rumah Mita beserta suami dan anaknya, setelah itu ia juga ikut bunuh diri. Dalam upacara pemakaman, mertua Mita yang marah mengatakan bahwa Mita tidak perlu meminta maaf, tetapi dia tidak boleh tersenyum seumur hidupnya. Karena senyumnya selalu membawa penderitaan bagi orang lain. Sejak saat itu, Mita tidak pernah lagi tersenyum.

Keluarga Asuda yang menjadi tempat Mita bekerja pun tidak lepas dari tragedi. Anak-anak mengira ibu mereka meninggal karena tenggelam di sungai. Hingga kemudian terungkap bahwa kematian sang ibu bukan karena kecelakaan tapi karena bunuh diri. Dan penyebabnya adalah Keiichi, ayah mereka sendiri. Tanpa sepengetahuan anak-anak, sehari sebelum istrinya bunuh diri, Keichii menyodorkan surat perceraian untuk ditanda tangani. Ternyata selama setahun belakangan, Keichii menjalin hubungan dengan salah satu bawahannya di kantor. Istrinya lalu meninggalkan sebuah pesan tertulis bersama surat perceraian itu bahwa jika Keichii meninggalkannya, ia akan mati. Dari sinilah masalah mulai bermunculan.

Secara keseluruhan, dorama ini adalah gambaran perjuangan ayah dan anak-anaknya merekatkan kembali keluarga mereka setelah ditinggal sosok ibu. Juga perjuangan seorang Mita mengobati trauma masa lalunya. Di akhir cerita, Mita meninggalkan keluarga Asuda dan bekerja di rumah tangga lain. Tokoh Mita diperankan oleh Matsushima Nanako, yang juga berperan dalam dorama romantis Forbidden Love bersama Hideaki Takizawa. Tokoh ayah, Asuda Keiichi diperankan oleh Hasegawa Hiroki. Akting anak-anak juga diperankan dengan baik oleh Kutsuna Shiori sebagai Yui, Nakagawa Taishi sebagai Kakeru, Ayabe Shuto sebagai Kaito dan Honda Miyu sebagai Kii. Ngomong-ngomong Kii ini menggemaskan sekali. Anaknya imut dan lucu. Saya paling suka alisnya.
20 December 2011

Laptop Juga Bisa Tidur

Dua orang mahasiswa baru (maba) sedang mengerjakan tugas kuliah.
Maba 1 : eh, tolong pindahkan data tadi ke FD ini
Maba 2 : yaaah, baru aja laptopnya aku sleep
Maba 1 : ya udah, cepat bangunin!!
Saya : hahahaha
09 December 2011

Suatu Sore di Minimarket


Penjual            : cari apa mbak ?
Saya                : cari itu mbak (sambil menunjuk sebuah barang di balik punggungnya)
Tapi penjual itu tidak mengambil barang yang saya maksud malah mengambil barang lain di sampingnya.
Saya                : maaf mbak, bukan yang itu, tapi yang sebelahnya, yang sebelahnya lagi.  #sambil nunjuk- nunjuk
Penjual            : (nahan senyum) sama kok, ini kemasan baru. Mbak gak pernah nonton iklan, ya ?
Saya                : (berusaha tetap kalem) Ehm...gak pernah
Penjual            : (ketawa) kasian....kasian....
Saya                : (lari keluar dan jedotin kepala di tembok)
04 December 2011

SMS Lucu

Ketika sedang membaca ulang sms-sms di inbox hp, saya menemukan sebuah pesan yang telah tersimpan lebih dari setahun yang lalu. Saya belum menghapusnya karena itu sms lucu. Berikut isi sms tersebut,

Sms pertama
Ada 4 anak main petak umpet, namanya :
  1. Bego
  2. Sopan
  3. Santun
  4. Mati
Si Bego yang jaga, dan dia telah menemukan si Sopan dan Santun di kamar mandi. Kemudian si Bego mencari si Mati ke tengah jalan. Tiba-tiba ada truk yang hampir menabrak si Bego. Supir truk terkejut dan marah ke Bego.
Supir : “Heh, kamu bego ya?”
Bego : “iya bang”
Supir : “hah, kamu cari mati ya?”
Bego : “iya bang, kok tahu?”
Supir : “sopan santun kamu dimana?”
Bego : “di kamar mandi bang, ya sudah saya cari mati dulu ya bang...!”
Supir : ???????????? (sambil berpikir dalam hati siapa yang gila di antara mereka berdua)

Sms kedua
Surat tukang buah yang patah hati :
Wajahmu memang MANGGIS, watakmu juga MELONkolis, tapi hatiku NANAS karena cemburu, SIRSAK napasku, hatiku AGGUR lebur, ini DELIMA dalam hidupku. Memang ini juga SALAKku, jarang APEL malam minggu. Ya Tuhan, mohon BELIMBING-Mu. Kalau memang perPISANGan yang terbaik untukku, SEMANGKA kau bahagia dengan pria lain...
SAWOnara....
Dari DURIANto

Surat balasannya dari tukang sayur :
Membalas KENTANG suratmu itu. BROKOLI sudah kubilang, jangan tiap datang, rambutmu selalu KUCAI. Disuruh datang malam minggu, tapi baru muncul hari LABU. Ditambah kondisi keuanganmu yang makin hari makin PARE. Menelpon pun harus ke WORTEL. Terus TERONG saja, aku padamu sudah TOMAT. Jangan KANGKUNG aku lagi. CABE deh...
24 November 2011

Percakapan Konyol

Lokasi : Kompleks Kos Mahasiswa
Waktu : Maghrib
Pemeran Utama : Dua mahasiswi
Figuran : Seorang lelaki, seekor kucing dan saya

Ceritanya, dua orang mahasiswi sedang bercakap-cakap dari dua rumah yang berdekatan. Figuran lelaki sedang duduk di sebuah tanah kosong sambil memetik gitar dan minum kopi. Saya sedang membaca dan menyaksikan dialog tersebut lewat jendela kamar.

Mahasiswi 1    : (berteriak pada mahasiswi 2 yang berada di sebelah rumah kosnya) 
                             Bagaimana caranya ini obat diminum ?
Mahasiswi 2    : Dua kali sehari
Mahasiswi 1    : Oh, maksudnya satu hari saya makan dua biji ?
Mahasiswi 2    : Iya, kau makan begitu sudah
Mahasiswi 1    : Yayaya, nanti saya tulis di bungkusannya 1 x 2
Mahasiswi 2    : Salah kau, bukan 1 x 2, tapi 2 x 1
Mahasiswi 1    : Sama saja, hasilnya 2
Seorang lelaki : (merasa terganggu) Woooiiiiiii....
Saya                : (sambil guling-guling)  Hmmmpppppuahahahahahahahaha...
Kucing             : Miawww..miaw....
 
;