16 December 2012

Semacam Uneg-uneg

Saat membaca status-status yang berhamburan di timeline, ada sebuah gambar yang diupload salah seorang teman. Di gambar itu terdapat 9 gambar yang berbeda satu sama lain. Ternyata gambar itu semacam tes kepribadian. Peraturannya, kita disuruh memilih gambar mana yang paling disukai. Hasil tesnya akan diberitahukan lewat inbox untuk menghindari ada yang tidak jujur dalam memilih. Tes kepribadian, bagaimana pun bentuknya, boleh dipercaya boleh tidak. Toh, tidak ada yang menjamin keakuratan hasilnya. Terlebih karena objeknya adalah manusia. 

Di antara sembilan gambar tersebut, saya memilih gambar nomor 2. Gambar itu berbentuk segi empat berwarna hitam. Di atasnya terdapat semacam pulpen berwarna merah dan sebuah garis berwarna putih di sampingnya. Beberapa menit kemudian, hasilnya muncul lewat inbox sebagai berikut : 

Gambar Nomor 2. Mandiri, Tidak Biasa (tidak konvensional).
Anda menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkan anda menentukan jalan anda sendiri. Anda memiliki bakat artistik dalam kerjaan anda dan aktifitas luang. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan anda melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang anda inginkan. Gaya hidup anda sangat individual. Anda tidak akan meniru secara buta apa yang sedang “in”, di sisi lain anda mencari kehidupan yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus berenang melawan pasang. 

Baiklah, saya akan analisis satu per satu.
  
Mandiri. Jika parameter mandiri adalah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada orangtua, maka dengan sangat menyesal saya mengatakan, saya belum termasuk tipe ini. 

Tidak biasa (Tidak konvensional). Ah tidak juga, saya ini orang biasa. Tidak konvensional ? Ada kemungkinan begitu. Saya sering tidak sepakat dengan beberapa kelaziman yang diaminkan orang-orang. Dalam hal selera, saya bisa lebih tradisional dibanding zaman saat itu. Tapi kesemuanya itu masih dalam taraf yang biasa. 

Menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan dalam hidup. Ini dia. Saya tidak suka terikat. Saya mencintai kebebasan. Kebebasan di sini bukan kebebasan yang tanpa kendali. Tidak ada kebebasan semacam itu. Pengecualian bagi orang yang gila. Manusia, seaneh apapun ia, setidakbiasa bagaimana pun ia, selama belum gila, ia masih terikat norma dan nilai terlebih jika ia beragama. Manusia punya rasa malu dan setiap perbuatan selalu ada konsekuensi yang mengikutinya. Selain itu, ada koridor-koridor yang telah saya tentukan sendiri sebagai pembatas. 

Kebebasan dan ketidakterikatan yang saya maksud adalah sejenis belenggu lain yang entah orang lain sepakat dengan saya atau tidak. Dan karena itu pula, saya sering merasa aneh dengan diri sendiri. Intinya, saya tidak suka terikat dan tidak suka mengikat orang lain. Jika seseorang memilih pergi, saya tidak akan menahannya. Meskipun setelah itu, saya akan setengah mati merindukannya. Begitu pula sebaliknya, bila saya benar-benar ingin pergi, saya tidak suka ditahan-tahan. 

Anda memiliki bakat artistik dalam kerjaan anda dan aktifitas luang. Bakat artistik ? Bakat artistik apa maksudnya ? Saya paling lemah di bidang seni. Saya tidak bisa menari, tidak bisa menyanyi, tidak bisa bersyair, diksi saya buruk, tidak pintar berakting dan tidak bisa melukis. Kali ini tebakan Anda benar-benar salah. 

Desakan untuk bebas kadang menyebabkan anda melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang anda inginkan. Saya bisa sangat menikmati kesendirian. Kesendirian saat bepergian, saat jalan-jalan, saat makan, saat hunting buku, saat di kamar. Dalam banyak hal, saya lebih senang melakukan segalanya sendiri. Dan inilah yang membuat saya sering berjarak dengan orang-orang terdekat saya. Saya merasa sesak bila terlalu dekat dengan orang-orang yang saya cintai. Adanya jarak membuat saya bisa bernapas lega. Di rumah pun seperti itu. Ibu dan nenek sudah ratusan kali menegur saya yang tidak suka ngumpul saat makan malam. Untuk waktu-waktu tertentu, saya masih bisa berkompromi. Tapi selebihnya, saya lebih suka mengambil tempat di teras belakang, dan makan sendirian di sana sambil memandang bintang berserakan di langit. Entah ini terdengar sentimentil atau malah bodoh, tapi seperti itulah. Saya bisa tenggelam dalam dimensi sendiri dan lupa pada orang-orang di sekitar. 

Yang cukup memahami hal semacam ini biasanya hanya ayah. Ia selalu membebaskan saya untuk hidup dengan cara saya sendiri, berpikir dan mengambil keputusan sendiri. Tak jarang keputusan-keputusan yang saya ambil ditentang oleh ibu, tetapi selalu didukung oleh ayah. Salah satunya adalah saat saya memutuskan untuk serius memakai jilbab. Ibu mati-matian menentangnya bahkan sampai terlontar beberapa ancaman. Ayah hanya diam menunggui ibu marah-marah. Selepas itu, baru ayah angkat bicara dan dengan tegas mendukung keputusan saya. Saya jadi tersadar bagaimana posisinya sebagai seorang ayah. Ia lelaki muslim, yang punya anak perempuan muslim. Tidak ada alasan baginya untuk tidak mendukung keputusan itu. 

Kembali ke topik, saya tidak menyukai kesepian, tak ada satu pun manusia yang suka hidup dalam kesepian. Tapi saya selalu butuh sendirian. Dan kesendirian memerlukan jarak. Sikap saya yang mengambil jarak sering menyakiti hati orang-orang di dekat saya. Saya pernah benar-benar berada dalam keadaan “sesak napas” karena terlalu sering bersama seseorang. Saya sudah berulang kali berusaha untuk lepas tapi tidak bisa. Akhirnya, saya mengatakannya secara jujur. Hasilnya bisa ditebak, ia sangat kecewa dan sakit hati. Ia memilih pergi. Saya menyesal. Menangisinya. Saya benar-benar merasa jadi orang paling jahat sedunia. Tapi sungguh, saya pun butuh kesendirian. Saya tersiksa tanpa itu. Karenanya, adalah sebuah berkah jika kau punya seseorang yang bisa mendampingimu namun bisa pula dengan mudah memberimu ruang untuk bernapas, kemudian dekat kembali tanpa harus ada yang tersakiti. 

Gaya hidup anda sangat individual. Tolong dihapus kata “sangat”nya. Saya tidak separah itu. 

Anda tidak akan meniru secara buta apa yang sedang “in”. Memang. Karena apa yang sedang “in”, demi langit dan bumi, bisa terlihat begitu konyol di mata saya. 

Di sisi lain anda mencari kehidupan yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus berenang melawan pasang. Terima kasih, saya sedang menjalani tahap itu. Doakan agar semuanya dimudahkan dan agar saya kuat mempertahankan apa yang saya yakini. Aamiin...
 
;