20 December 2011

Shadow

Ada saat, di antara sekat waktu yang berdetak cepat, saat udara senja mendingin dan malam mengepung separuh bumi. Saat bulan mengapung samar di atas langit kota ini. Saat kembang kertas telah terlelap dan binatang malam mengarungi angkasa. Saat musim mulai membosankan dan menyisakan suara di palung sunyi. Saat aku hanya sendiri menyelami langit biru, sepuasnya menatap kristal yang terpantul di langit. Mengembarai bintang dan bermain bersama angin. Saat itu, sebersit bayang muncul terbawa kelam malam. Tak terhentikan. Ia menyerupai bayang maya saat gerhana. Tapi aku menyukainya. Ia seperti sudut tanpa detak waktu. Tapi aku menyukainya. Ia seperti ukiran rasi bintang tanpa nama. Tapi aku menyukainya. Ia seperti sungai yang memantulkan cahaya purnama di tengah kegelapan. Dan, aku selalu menyukainya.
 
;