22 April 2012

The Billionaire, Camilan Rumput Laut yang Mendunia

Kemarin saya menonton sebuah film Thailand berjudul T.O.P Secret a.k.a The Billionaire. Film  yang didasarkan pada kisah nyata ini menceritakan perjuangan remaja SMA bernama Top Ittipat (nama yang unik) menjadi seorang pengusaha industri makanan yang sukses. Belakangan ini film-film Thailand mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tidak lagi berkutat seputar hal-hal mistis seperti yang sering saya nonton saat masih SMA. Jika terus begitu mungkin beberapa tahun lagi Thailand akan menggeser Korea sebagai ‘kiblat’ dunia film Asia. Mungkin terlalu cepat mengatakan ini tapi bisa saja kan, suatu saat nanti. Ah ya, saya memang bukan penyuka drama Korea apalagi boyband atau girlband. Hanya satu yang saya suka dari Korea, yaitu karena di sana ada...ah, lupakan saja. *botol-botol melayang*

Tapi dibanding bahasa Korea yang pelafalannya bisa membuat lidah saya terbalik, bahasa Thailand juga terdengar lebih aneh di telinga saya. Sepertinya bahasa mereka dirancang sedemikian rupa sehingga siapapun yang mengucapkannya akan terdengar cempreng dan sengau. Suara  itu yang sering merusak kesan saya terhadap pemerannya.

Singkatnya, di akhir cerita si Top berhasil memasarkan produknya. Produknya yang bernama Tao Kae Noi (dalam bahasa Thailand artinya “Pengusaha Muda”) adalah produk makanan atau camilan yang dibuat dari rumput laut yang digoreng. Top kemudian menjadi seorang milyuner di usianya yang masih 26 tahun. Ia memiliki 2.500 karyawan. Produknya didistribusikan ke 27 negara di dunia. Ia bahkan memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan. Pendapatannya tahun 2010 mencapai Rp.450 milyar.

Film ini keren. Saya suka konflik yang muncul, juga perjuangan si Top yang tak pernah menyerah bahkan rela tidak kuliah demi mengurus bisnisnya. Selain itu makanan yang bernama Tao Kae Noi ini membuat saya penasaran. Seumur-umur saya belum pernah makan rumput laut walau hampir setiap hari melihatnya. Seingat saya juga, Tao Kae Noi ini pernah nangkring di antara deretan produk makanan lainnya di mini market dekat rumah. Jadi kelar nonton film, saya langsung memburu target ke mini market. Mitsuketa...Ketemu! Selesai bayar di kasir langsung buka bungkusannya dan Haapp...!

Nyam...nyam...*lagi ngunyah*

Ternyata rumput laut itu seperti ada rasa ikannya. Lumayanlah, soalnya saya penyuka ikan. Dan paling suka makanan yang mengandung rasa ikan seperti mie rasa ikan dan kerupuk ikan. Sayang, Tao Kae Noi ini isinya ngirit banget. Bungkusan kecil yang harga Rp.3.000,-nya hanya berisi selembar rumput laut goreng.

Tao Kae Noi, Si Rumput Laut Goreng

 
;